Senin, 28 Mei 2012

TUGAS RANCANGAN MEDIA (sri gusni)


TUGAS MANDIRI

RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
meNGGUNAKAN audio visual
  pada Pelajaran seni budaya( SENI TARI )
MELALUI MIKROSOF POWER POIN
                                                         

MATA KULIAH : MEDIA PEMBELAJARAN
DOSEN   :  Dr. INDRATI KUSUMANINGRUM, M.Pd.


OLEH:
SRI GUSNI
NIM   : 1109877


                      



PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU KERJASAMA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN  2012


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan,  belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara guru dengan siswanya. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran komunikasi antara guru dengan siswa tersebut. Proses komunikasi tersebut selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan majunya ilmu pengetahuan di masa sekarang.
Apabila diselenggarakan prose belajar secara formal di sekolah-sekolah, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, yang antara lain terdiri atas murid, guru, tata usaha, petugas perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran (buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang sejenisnya), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas (proyektor,overhead, perekam pita audio dan video, radio, televise, computer, perpustakaan, laboratorium, pusat sumber belajar, dan lain-lain)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajartan yang diharapkan. Di samping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran, yang meluputi (Hamalik, 1994:6):
a.    Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar;
b.    Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;
c.    Seluk beluk proses belajar;
d.   Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;
e.    Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajara;
f.     Pemilihan dan penggunaan media pendidikan;
g.    Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan;
h.    Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran;
i.      Usaha inovasi dalam media pendidikan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran pada khususnya.
B.      PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN
Media berasal dari bahasa Latin Medius   yang secara harfiah berarti ‘tengah’,’perantara’ atau ‘pengantar’. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa.
Dalam penyampaiannya media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987:234)  penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya.
AETC (Association of Education and Communication technology, 1977) memberikan batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.
Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efekitif antara dua pihak utama dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran. Di samping itu, mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem pembelajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai kepada peralatan paling canggih , dapat disebut media . ringkasnya media adalah alat yang menyampaikan atau  mengantarkan pesan –pesan pembelajaran. Sering kata media pendidikan digunakan secara bergantian dengan istilah alat bantu atau media komunikasi seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1986) di mana ia melihat bahwa hubungan komunikasi akan berjalan lancar dengan hasil yang maksimal apabila menggunakan alat bantu yang disebut media komunikasi. Sementara itu, Gagne’ dan Briggs (1975) secara implicit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk meyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri antara lain buku, tape rekorder, kaset, video kamera, video recorder, film slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televise, dan computer. Dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Di lain pihak, National Education Association memberiak definisi mediasebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual dan peralatannya; dengan demikian, media dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, atau dibaca.
Menurut Webster (1983:105),”arf” adalah keterampilan (skill) yang diperoleh lewat pengalaman, studi dan observasi. Dengan demikian, teknologi tidak lebih dari suatu ilmu yang membahas tentang keterampilan yang diperoleh lewat pengalaman, studi, dan observasi. Bila duhubungkan dengan pendidikan dan pembelajaran, maka teknologi mempunyai pengertian sebagai berikut:
Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, vilm foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan  instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran, maka media itu disebut media pembelajaran. Sejalan dengan batasan ini, Hamidjojo dan Latuheru (1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan, atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima.
           Media disebut juga alat-alat audio visual, artinya alat yang dapat dilihat dan didengar yang dipakai dalam proses pengajaran dengan maksud untuk membuat cara berkomunikasi lebih efektif dan efisien. Dengan penggunaan alat-alat ini guru dan siswa dapat berkomunikasi lebih efektif dan hidup serta terjalinnya interaksi antra guru dan siswa .  Media merupakan alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai dengan lebih baik, lebih sempurna. Pendidikan melalui media visual adalah metoda/cara untuk memperoleh pengertian yang lebih baik dari sesuatu yang dapat dilihat daripada sesuatu yang didengar atau dibacanya.
C.    FUNGSI DAN KEDUDUKAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN
 proses belajar mengajar adalah proses komunikasi antara guru dan siswa begitu juga sebaliknya. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri di mana guru dan siswa bertukar pikiran untuk membangkitkan ide dan pengertian. Dalam komunikasi sering timbul dan terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan efesien, antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan varbalisme, ketidaksiapan siswa kurangnya minat dan kegairahan, dan sebagainya. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar mempunyai nilai-nilai praktis sebagai berikut:
  1. Media dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa atau mahasiswa. Pengalaman masing-masing individu yang beragam karena kehidupan keluarga dan masyarakat sangat menentukan macam pengalaman yang dimiliki mereka. Dua orang anak yang hidup di dua lingkungan yang berbeda akan mempunyai pengalaman yang berbeda pula. Dalam hal ini media dapat mengatasi perbedaan-perbedaan tersebut.
  2. Media dapat mengatasi ruang kelas. Banyak hal yang sukar untuk dialami secara langsung oleh siswa/mahasiswa didalam kelas, seperti; objek yang terlalu besar atau terlalu kecil, gerakan-gerakan yang diamati terlalu cepat atau terlalu lambat. Maka dengan melalui media akan dapat diatasi kesukaran-kesukaran tersebut.
  3. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan. Gejala fisik dan sosial dapat diajak berkomunikasi dengannya.
  4. Madia menghasilkan keseragaman pengamatan. Pengamatan yang dilakukan siswa dapat secara bersama-sama diarahkan kepada hal-hal yang dianggap penting sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
  5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. Penggunaan media, seperti; gambar, film, model, grafik, dan lainnya dapat memberikan konsep dasar yang benar.
  6. Media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. Dengan menggunakan media, pengalaman anak semakin luas, persepsi semakin tajam, dan konsep-konsep dengan sendirinya semakin langkap, sehingga keinginan dan minat baru untuk balajar selalu timbul.
  7. Media dapat membangkitkan motifasi dan merangsang siswa untuk belajar. Pemasangan  gambar di papan bulletin, pemutaran film dan mendengarkan program audio dapat menimbulkan rangsangan tertentu kearah kainginan untuk belajar.
  8. Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari sesuatu yang konkrit yang sampai kepada yang abstrak. Sebuah film tentang suatu benda atau kejadian yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh siswa, akan dapat memberikan gambaran yang konkrittentang wujud, ukuran, dan lokasi. Di samping itu dapat pul mengarahkan kepada generalisasi tentang arti kepercayaan suatu kebudayaan dan sebagainya. Sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar, maka masing masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Untuk itu perlu memilihnya dengan cermat dan tepat agar dapat digunakan secara tepat guna.
hal yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain: tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ketepatgunaan, kondisi siswa, ketersediaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), mutu teknis dan biaya. Oleh sebab itu, beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:
1.      Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang harus diperhatikan dalam memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku (behavior)
2.      Aspek materi menjadi persetibangan yang sering dianggap penting dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.
3.      Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.
4.      Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendisain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru. Seringkali suatu media dianggap tepat digunakan di kelas akan tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia media atau peralatan yang diperlukan, sedangkan untuk mendisain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru.
5.      Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan yang ditetapkandapat dicapai secara optimal.
6.      Biaya yang akan digunakan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai. Pemanfaatan media yang sederhana mungkin lebih menguntungkan daripada menggunakan media yang canggih (teknologi tinggi) bilamana hasil yang dicapai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.  
Banyak media dan materi yang dibahas secara umum dan cendrung sering diabaikan oleh para instruktur dalam pengajaran. Tetapi tenaga pendidik haruslah mampu menggunakannya, seperti; papan tulis kapur, whiteboard, bulletin board, flip chart, dan bentuk peraga lain dengan percaya diri. Materi pembelajaran tak harus berbentuk digital atau mahal baru bisa dikatakan bermanfaat. Akan tetapi yang kecil dan yang murah pun bisa jadi menarik dan efektif, berfungsi atau bermanfaatnya suatu media bukanlah tergantung kapada harga dan bentuknya yang istimewah tetapi lebih tergantung kepada skill yang menggunakan bagaimana media tersebut betul-betul dapat menjembatani antara materi dengan real dalam hidup siswa.
D.    JENIS – JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
 Media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok yaitu : (1) Media hasil tekhnologi cetak; (2) Media hasil tekhnologi audio visual; (3) media hasil tekhnologi yang berdasarkan computer ; (4) media hasil gabungan media computer dan media cetak.
Tekhnologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual dan statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Kelompok media hasil tekhnologi cetak meliputi teks grafik foto atau representasi fotografik dan reproduksi.
Tekhnologi audio visual cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menyampaikan materi dengan menggunakan mesin – mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan – pesan audi dan visual, jadi, pengajaran melalui audio visual adalah produksi penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran serta tidak semuanya tergantung pada pemahaman kata atau symbol – symbol yang serupa.         
C.    Pusat Belajar
Pusat belajar merupakan  Sebuah pusat belajar bisa dibentuk dengan menyediakan beberapa kursi dan sebuah meja di mana para siswa berdiskusi, atau juga bisa dibentuk dengan menggunakan beberapa Ruangan untuk praktek menari atau bisa lihat melalui CD sehingga bisa digunakan oleh sekelompok siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya.


Kelebihan-kelebihan
a.       Dari segi Subjek belajar (diri siswa)
Pusat belajar membuat siswa berani bertanggung jawab atas belajar mereka dan memberikan mereka peluang untuk belajar dengan langkah atau cara mereka sendiri. Hal ini dapat meminimalisir kemungkinan kegagalan dan memaksimalkan peluang keberhasilan.
b.      Pembelajaran yang aktif
Dalam pusat belajar terdapat partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar, respon siswa, dan juga feedback langsung terhadap respon-respon tersebut.
c.       Peranan guru
Pusat belajar menjadikan guru lebih berperan dalam mendidik dan melatih siswa, lebih leluasa bergerak di dalam kelas, dan menjadikan guru mempunyai lebih banyak peluang membantu siswa-siswa yang membutuhkannya.
Kekurangan-kekurangan
a.       Efisiensi
Akan ada banyak waktu yang terbuang dalam membentuk pusat belajar dan dalam mengumpulkan dan menyusun materi pembelajaran. Peralatan dan materi juga menghabiskan banyak biaya. Sisa-sisa materi yang tak terpakai juga menjadi masalah.
b.      Manajemen
Para guru yang membentuk pusat belajar haruslah orang-orang yang sangat ahli dalam pengorganisasian dan pengaturan kelas.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  MATA PELAJARAN SENI BUDAYA
   Pembelajaran  Seni budaya haruslah hendaklah dikembangkan dan dilestarikan agar tidak punah. Pada satu sisi seni budaya merupakan mengembangkan kreatifitas siswa, baik secara lisan yang mampu meningkatkan keterampilan siswa, sedangkan pada sisi lain  seni budaya juga harus diajarkan kepada siswa melalui pendekatan tertentu yang sesuai dengan hakikat dan fungsinya. Pendekatan pembelajaran seni yang menekankan aspek kreatifitas dan kemahiran unutk melestarikan lingkungan.  Seni sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, melalui seni seseorang dapat bersosialisasi dengan lingkungannya, karena itu siswa tidak hanya disungguhi dengan teori-teori yang bersifat abstrak, tapi dengan pengenalan langsung yang  mereka lihat dan mereka dengar tentang segala sesuatu yang berada di lingkungannya.
Kurangnya minat siswa terhadap karya disebabkan oleh kurang berhasilnya pembelajaran seni budaya di sekolah. Kurang berhasilnya pembelajaran seni budaya antara lain disebabkan  oleh kurang kreatifnya guru dalam menyajikan pelajaran, terutama dalam pemilihan media yang tepat yang dapat merangsang imajinasi dan pengetahuan siswa.
B. APLIKASI PEMBELAJARAN
Pembelajaran merupakan integrasi dari seluruh elemen yang berhubungan dengan pendidikan secara maksimal dan efektif. Dalam sebuah proses pembelajaran, media merupakan salah satu hal yang juga perlu mendapat perhatian oleh seoang guru untuk dicari  serta mendesain sebuah media untuk dimasukan kedalam sebuah pembelajaran. Dalam hal ini aplikasi model ASSURE merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk kelancaran merancang dan aplikasi sebuah media dalam pembelajaan.
ANALYZE LEANER (Menganalisis Peserta Didik.
 Dalam hal ini menurut Smaldino, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Karakteristik Umum
Agar dapat benar-benar memenuhi kebutuhan individu siswa kelas VIII pada SMP Negeri 2 Ujungbatu kita mesti benar-benar paham karakter umum siswa yang mempengaruhi proses belajar mereka. Karakter ini berkisar dari variabel-variabel yang konstan, seperti jenis kelamin dan etnis, sampai dengan variabel yang beragam secara reguler, seperti sikap dan minat.
  1. Spesifikasi Kemampuan Awal
Pendidikan Seni budaya adalah pelajaran yang telah mereka terima dari sekolah tingkat dasar, jadi pada umumnya mereka telah mempunyai  pengetahuan awal mereka mengenai pelajaran  ini. Untuk mengetahui kemampuan awal mereka sebelum pelajaran dilanjutkan, pada pertemuan pertama biasanya diadakan entry test dari hasil ini dapat dijadikan acuan tentang hal-hal apa yang perlu dan tidak perlu lagi disampaikan kepada siswa.
Maka dengan hal ini tentu saja pembelajaran dapat dilanjutkan untuk menerangkan materi-materi lanjutan dari pengetahuan awal yang telah mereka punyai.
  1. Gaya Belajar
Untuk kelas besar yaitu berkisar lebih kurang 40 orang, tentulah mempunyai gaya belajar yang beragam.

STATE OBJECTIVES ( Merumuskan Tujuan Pembelajaran)
Tujuan yang ingin dicapai oleh pebelajar  SMP kelas VIII  semester 2 adalah sebagai      berikut:
Standar Kompetensi (SK):   Mengapresiasi karya seni tari
            Kompetensi Dasar (KD): Mengidentifikasi jenis karya seni tari Berpasangan / kelompok Nusantara
Tujuan  yang ingin dicapai adalah:
1        Mengidentifikasi jenis karya tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
2        Mengidentifikasi ciri-ciri karya tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
3        Menjelaskan tema dari tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
Indikator :       1. Siswa mampu mengidentifikasi jenis karya tari berpasangan, kelompok daerah  nusantara
2.Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri karya tari berpasangan, kelompok daerah nusantara
3.Siswa mampun menjelaskan tema tari berpasangan, kelompok                             Menampilkan tari berpasangan atau kelompok
Tujuan yang ingin dicapai adalah :
Menyebutkan kesan-kesan tentang tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
            Standar Kompetensi  : Mengapresiasi karya seni tari
Kompetensi Dasar      : Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan seni
                                      tari berpasangan/kelompok
             Indikator                    1.Menyebutkan kesan-kesan tentang tari    berpasangan/kelompok
                                                           daerah Nusantara
         2.Menjelaskan ragam karya tari Yogyakarta berdasrkan gaya
                                                          penampilan
                                     3.Menjelaskan makna yang terkandung dalam tari berpasangan      
                                     daerah Nusantara
SELECT METHODS, MEDIA AND MATERIAL (Memilih metode, media dan bahan ajar)
Memilih strategi; dalam pembelajaran ini strategi yang dipilih adalah strategi diskusi, demonstrasi dimana dengan hal ini mereka dapat mengungkapkan semua ide secara aktif tentang apa yang mungkin dihadapi dalam era global. Disini guru Memilih teknologi dan media; setelah melihat kondisi lapangan dan kelebihan kekuarangan dari media, maka dipilih media software presentasi sebagai penyampai materi pembelajaran. Hal ini juga sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu memaksimalkan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi. Dan bisa mereka terapkan nantinya dalam praktek memilih media dalam sehari-hari. dibawah ini contoh vidio  tari kelompok pada SMP Negeri 2 Ujungbatu.
video  

 
Gerak tari berpasangan / kelompok:

 



 

UTILIZE MEDIA AND MATERIALS  (Memanfaatkan media dan bahan ajar)
            Ada lima langkah yang dilakukan dalam memanfaatkan media pembelajaran;
Tinjaulah Teknologi, Media, dan Bahan Ajar
            Teknologi, media dan bahan ajar yang akan disampaikan mengenai materi Revitalisasi pendidikan nasional dalam era global, sesuai dengan kebutuhan siswa. Mereka dalah calon-calaon pendidik masa datang yang harus tanggap dengan perubahan dan bekerja denagn penuh semangat. Siswa yang akan mengahadapi era digital.Media software powerpoint merupakan salah satu metode dalam memodifikasi bahan ajar, dengan menggunakan gambar, warna yang menarik mereka jadi tertarik untuk belajar.
REQUIRE LEARNER PARTICIPATION (Mengembangkan peran peserta didik)
            Dalam mengaktifkan pembelajar di proses pembelajaran tentulah memerlukan sentuhan psikologis. Dan pada mata kuliah Pendidikan Pancasila teori belajar yang digunakan adalah pendekatan konstruktivisme dan sosialisme. Dimana denagn pendekatan konstruktivis siswa dapat mengkonstruk sendiri materi yang dipelajari, sehingga dapat bertahan lama dikepala mereka.  Pendekatan sosial berati tanggapan yang diberikan pengajar atau teman dalam proses pembelajaran dpat dijadikan sebgai ajang untuk mengoreksi segala informasi yang telah diteriam dan juga sebgai support secra emosional.
EVALUATE AND REVIEW (Menilai dan Memperbaiki)
            Hal terakhir yang dilakukan dalam proses pembelajaran adalah mengevaluasi serta merevisi pembelajaran yang diadakan, baik dari ketercapaian materi dilihat dari pencapaian siswa maupun dari kefektifan penggunaan media.Mengukur pencapaian siswa biasanya dilakukan dengan menggunakan test atau ujian, dan dari portofolio mereka secra individu. Dalam hal ini saya bias amengadakan kuis dan meminta mereka membuat makalah mengenai mata kuliah yang saya asuh. Dalam mengevaluasi kefektifan media berarti dapat menggunkan diskusi atau interview dengan siswa apakah mereka merasa puas dan tersampaikan apa yang merka harapakan dengan media ini?. Dari tanggapan mereka maka akan dapat ditarik kesimpulan apakah media ini perlu dimodifikasi atau diperbaiki sehingga materi benar-benar tersampaikan.
Tari Berpasangan adalah: Bentuk penampilan tari yang ditarikan secara berpasang-pasangan, boleh sejenis atau berlawanan jenis dan tidak menutup kemungkinan dalam jumlah yang banyak

              Tari serampang dua belas

Pola lantai tari berpasangan atau kelompok:







: Berjalan maju
            : Putar
            : Berdiri diam
    : Setengah lingkaran
Contoh tari berpasangan: Ragam geraknya penari mengarah  diagonal kanan
https://encrypted-tbn0.google.com/images?q=tbn:ANd9GcQlRyKxhbPndmaw8UL4ChOiO-hP-U2eaMQ1PO_fHcXhT1t90ohoOSNhlhCkQA
Tari kelompok: siswa SMP Negeri 2 Ujungbatu melakukan beberapa gerakan tari
           







BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar  media merupakan bagian yang sangat penting, karena kita ketahui bahwa materi pembelajaran mempunyai banyak format. Ada yang kongkrit dan ada yang abstrak. Sehingga sebahagian besar bahan ajar harus disampaikan melalui berbagai jenis media. Dalam memilih media pembelajaran, guru haruslah jeli dan menyesuaikan dengan kondisi di mana proses pembelajaraan itu dilaksanakan. Juga harus disesuaikan dengan kemampuan sekolah di mana mereka bertugas.  Media yang di pilih adalah media yang sesuai dengan kondisi SMP Negeri 2 Ujungbatu.
Penggunaan media dalam proses pembelajaran  merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, karena media sebagai penyampai pesan sehingga siswa dapat menerima pembelajaran  dengan efektif dan efesien.
B.      SARAN 
Sebaiknya penggunaan media adalah dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Semua kegiatan pembelajaran yang akan dikembangkan oleh guru  tentu saja memerlukan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Dalam penggunaan media tak kalah penting adalah dukungan suatu tim atau pihak sekolah. Kepala sekolah sebaiknya harus mendukung serta menyediakan dana untuk pemilihan media tersebut. perubahan sikap guru agar mau memanfaatkan dan mengembangkan media pembelajaran  yang “mudah dan murah” dengan memanfaatkan  sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnyamemunculkan ide dan kreativitas yang dimiliki oleh guru tersebut.
Tidak diragukan lagi bahwa semua guru sepakat bahwa media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi masing-masing dimana kita berada. Dengan kata lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa.


















DAFTAR  PUSTAKA

Anderson, H Renald (1994)Pemilihan  dan Pengembangan Media Untuk Pembelajaran, Jakarta : CV Rajawali.
Arsyad, Azhar. 1996. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Daryanto. 1993. Media visual Untuk Pengajaran Teknik. Jakarta: Tarsito.
Miarso, Yusufhadi. dkk. 1986. “Media Pendidikan”. Dalam Miarso, Yusufhadi dkk. Teknologi Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali.
Sadiman, Arief, dkk. 2009. Media Pendidikan,Pengertian, Pengembangan, dan Manfaatnya. Jakarta:  PT. Raja Grafindo Persada.
Smaldino, Sharon E, james D. Russel & Robert Heinich. Instructional Technology and Media for Learning 8th Ed. New Jersey: Perason Merrill Prentice Hall, 2005


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah                       :  SMP Negeri 2 Ujungbatu 
Mata Pelajaran            :  Seni Budaya/Seni Tari
Kelas / Semester          :  VIII / 2
Standar Kompetensi   :   Mengapresiasi karya seni tari
Kompetensi Dasar       :   Mengidentifikasi jenis karya seni tari   Berpasangan / kelompok Nusantara
Alokasi Waktu            :  2  x 40 Jam Pelajaran          
                       

A.    Tujuan Pembelajaran  :

      Siswa mampu

4        Mengidentifikasi jenis karya tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
5        Mengidentifikasi ciri-ciri karya tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
6        Menjelaskan tema dari tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
7        Mendiskusikan tentang tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara

B.     Materi Pembelajaran

Beragam tari berpasangan daerah Nusantara

C.    Metode Pembelajaran

Pendekatan CTL, life skill, ceramah, diskusi

D.    Langkah-langkah Kegiatan

a. Kegiatan Pendahuluan
     Tanya jawab berbagai hal yang terkait dengan siswa,motivasi,persepsi dan apresiasi
b. Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Mengidentifikasi jenis karya tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
F Mengidentifikasi ciri-ciri karya tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
F Menjelaskan tema dari tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di studio, atau lapangan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Membuat kelompok diskusi
F Mendiskusikan tentang tari berpasanga/kelompok dari Nusantara
F Membuat kesimpulan dari hasil diskusi tentang tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
F Membuat laporan diskusi tentang tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
c. Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Membuat simpulan hasil diskusi kelompok tentang tari berpasangan/kelompok Nusantara

E. Alat dan Sumber Belajar

                Buku Referensi, Rekaman audio / Visual, guru/model

F. Penilaian

Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran    



Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
Ü Menyebutkan nama tari berpasangan/kelompok seni tari nusantara
Ü Mengidentifikasi ciri-ciri karya tari berpasangan / kelompok dari daerah setempat.
Tes tulis

Tes uraian

Daftar pertanyaan

Ü Sebutkan tari berpasangan/kelompok dari daerah Yogyakarta
Ü Sebutkan ciri-ciri tari berpasangan/kelompok dari daerah Yogyakarta
Ü Jelaskan tari berpasangan yang bertemakan heroic dan erotik!
Ü Sebutkan macam-macam tari berpasangan yang bertema eroti!


Mengetahui,
Kepala SMP N 2 Ujungbatu


H. SYAMSIDI, S.S
NIP. 196207081985031005

Ujung batu, 15 mei 2012
Guru Mapel Seni Budaya.


SRI GUSNI, S.Pd
NIP. 197507282003122003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
    ( RPP )

Sekolah                       :  SMP Negeri 2 Ujungbatu 
Mata Pelajaran            :  Seni Budaya/Seni Tari
Kelas / Semester          :  VIII / 2
Standar Kompetensi   :   Mengapresiasi karya seni tari
Kompetensi Dasar       :    Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan  seni
                                        tari berpasangan/kelompok
Alokasi Waktu            :    2  x 40 Jam Pelajaran                    
           

A. Tujuan Pembelajaran : Siswa mampu

-          Menyebutkan kesan-kesan tentang tari berpasangan/kelompok daerah Nusantara
-          Menjelaskan ragam karya tari Yogyakarta berdasrkan gaya penampilan
-          Menjelaskan makna yang terkandung dalam tari berpasangan dri daerah Nusantara

B. Materi Pembelajaran

-          Tari berpasangan/kelompok dari daerah Nusantara

C. Metode Pembelajaran

-          Diskusi,ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

a.       Kegiatan Pendahuluan
                    Tanya jawab berbagai hal yang terkait dengan siswa,motivasi,persepsi dan apresiasi   
b.      Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
-          Menjelaskan ragam karya tari Yogyakarta berdasrkan gaya penampilan
-          Menjelaskan makna yang terkandung dalam tari berpasangan dri daerah Nusantara
-          memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di studio, atau lapangan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
-          Membuat kelompok belajar diskusi
-          Menyampaikan materi diskusi pada masing-masing kelompok
-          Mendiskusikan tentang kesan ragam dan makna yang terkandung dalam tari berpasangan dari daerah Nusantara
-          Menyimpulkan hasil diskusi
-          memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
-          Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
-          Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
c. Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
-          Menanyakan kepada siswa tentang kesulitan selama pelajaran berlangsung
-          Menyimpulkan materi pembelajaran

E. Alat dan Sumber Belajar

-          Buku Referensi, guru

F. Penilaian

Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran    
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
Ü Mengungkapkan rasa/kesan tentang tari berpasangan/kelompok dari nusantara

Ü Menjelaskan keragaman karya berdasarkan gaya penampilan.
Tes tulis

Tes uraian

Daftar pertanyaan

Ü Jelaskan kesan tari berpasangan dari daerah Nusantara
Ü Jelaskan ragam karya tari Nusantara
Ü Jelaskan makna yang terkandung dalam tari berpasangan daerah Nusantara

Mengetahui,
Kepala SMP N 2 Ujungbatu


H. SYAMSIDI, S.S
NIP. 196207081985031005

Ujung batu, 15 mei 2012
Guru Mapel Seni Budaya.


SRI GUSNI, S.Pd
NIP. 197507282003122003



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah                       :  SMP Negeri 2 Ujungbatu 
Mata Pelajaran            :  Seni Budaya/Seni Tari
Kelas / Semester          :  VIII / 2
Alokasi Waktu            :  4  x 40 Jam Pelajaran  ( 2x pertemuan )
Standar Kompetensi   :   Mengekpresikan diri melalui karya seni tari
Kompetensi Dasar       :    Mengekplorasi pola lantai gerak tari Berpasangan /
                                         kelompok Nusantara

A. Tujuan Pembelajaran  :

Siswa mampu :
Ø  Menjelaskan pengertian pola lantai
Ø  Membuat pola lantai tari berpasangan
Ø  Menjelaskan makna pola lantai tari berpasangan
Ø  Melakukan 4 gerak pola lantai tari berpasangan / kelompok

B. Materi Pembelajaran

Pola lantai tari berpasangan / kelompok

C. Metode Pembelajaran

Demonstrasi, ceramah,

D. Langkah-langkah Kegiatan

Pertemuan pertama dan kedua :
a.    Kegiatan Pendahuluan
Tanya jawab berbagai hal yang terkait dengan siswa,motivasi,persepsi dan apresiasi     
b.      Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
-          Menyaksikan mengamati pola lantai tari berpasangan Nusantara melalui VCD
-          memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di studio, atau lapangan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
-          Mendiskusikan pola lantai yang dilihat
-          Membuat pola lantai tari berpasangan
-          Memperagakan pola lantai tari berpasangan
-          Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
-          Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
-          Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
c. Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
-          Membuat kesimpulan hasil pengamatan dari hasil obyek yang diamati
-          Membuat kesimpulan dari hasil kegiatan menyusun gerak dan      membuat pola lantai sesuai dengan obyek yang diamat
-          Membuat kesimpulan hasil peragaan tari dari pengamatan obyek

E. Alat dan Sumber Belajar

    *  Buku , guru tari,  audio visual

F. Penilaian

Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran    
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
Ü Mendiskusikan hasil penemuan pola lantai berpasangan/ berkelompok
Ü Melakukan uji coba penemuan pola lantai
Tes praktik/
kinerja


Uji petik kerja
Ü Jelaskan pengertian pola lantai
Ü Jelaskan makna – makna pola lantai
Ü Buatlah 4 macam pola lantai tari berpasangan
Ü Buatlah 4 macam pola lantai tari kelompok dengan peserta 5 penari

Mengetahui,
Kepala SMP N 2 Ujungbatu


H. SYAMSIDI, S.S
NIP. 196207081985031005

Ujung batu, 15 mei 2012
Guru Mapel Seni Budaya.


SRI GUSNI, S.Pd
NIP. 197507282003122003